Siapa mahasiswa yang tidak bermimpi untuk ikut andil dalam program pertukaran mahasiswa? Rasanya sedikit sekali, karena program ini bisa jadi ajang mahasiswa menambah pengalaman dan keahlian baru untuk masa depan yang lebih baik.
Tahun
ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek)
membuka program beasiswa pertukaran mahasiswa ke luar negeri yang bertajuk
Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).
Salah
satu mahasiswa yang sukses terdaftar program IISMA adalah Kadek Dinda Suganda
atau yang lebih akrab disapa Dinda. Dinda yang berkuliah di Universitas Esa Unggul, Jakarta berkesempatan
menuntut ilmu selama satu semester di University of Szeged, Hungaria.
“Dari
SMP gue emang udah tertarik banget sama negara Hungaria, karena
Hungaria termasuk negara yang sangat tenang. Bahkan Hungaria sempat jadi negara
nomor 1 yang sudah herd immunity saat pandemi.” ujar Dinda mengenai
alasannya memilih Hungaria sebagai tempat pilihan utama.
Dinda lalu menjelaskan proses seleksinya mengikuti IISMA. “Ada dua tahapan seleksi.
Pertama adalah seleksi berkas, seperti surat rekomendasi kampus, dokumen
pribadi, IPK, essay, sertifikat penghargaan, dan sertifikat English
Proficiency Test. Seleksi kedua dilakukan lewat wawancara.”
“Nah,
sebelum proses seleksi ini, kita harus lolos seleksi internal di Esa Unggul
dulu agar dapet surat rekomendasi dari kampus. Kita perlu buat motivation
letter dalam bahasa Inggris dan memenuhi English Proficiency Test sesuai
standar nilai yang sudah ditentukan IISMA. Setelah lolos seleksi, kita bakal dapet
surat rekomendasi kampus yang bisa dipake buat ikut seleksi IISMA di websitenya.
Calon peserta bebas milih kampus negara tujuan dan juga pelajaran yang
diminati.”
Agar
bisa lolos program pertukaran mahasiswa seperti dirinya, Dinda turut membagikan
kiat-kiatnya. “Siapin sertifikasi resmi
Bahasa Inggris, terus sering latihan biar fasih. Perbaiki IPK juga dan jangan
lupa aktif dalam kegiatan organisasi sama kepanitiaan. Kalo punya skill
tertentu, terus asah dan kembangin. Caranya bisa ikut
lomba dan segala macemnya, pokoknya banyakin achievements.
Selain
berkuliah, Dinda ternyata juga membawa rencana mulia selama di Hungaria. “Gue
berencana mengadakan kegiatan pertukaran budaya, untuk memperkenalkan budaya
Indonesia ke ranah internasional. Selain itu, gue berniat
mengikuti english debate club untuk mengetahui sudut pandang dari mahasiswa
lokal Hungaria dan mahasiswa internasional disana terkait suatu isu. Dan yang
tak kalah penting, gue akan membuat journal research yang
membahas tentang perbedaan sistem pendidikan antara Hungaria dan Indonesia”
ujar Dinda.
Dengan
suksesnya Dinda masuk program pertukaran mahasiswa yang dibarengi niat mulianya
selama di Hungaria, mari kita doakan bersama semoga apa yang telah direncanakan
oleh Dinda bisa berjalan dengan lancar dan semoga kita punya kesempatan yang sama
seperti Dinda, Aamiin.

Comments
Post a Comment