"We cannot be saved by the men digging graves in desperate times" -Desperate Measures- Dua tahun terakhir adalah masa-masa kelam bagi penduduk bumi. Meskipun banyak dari kita berhasil melaluinya, namun memori atas rasa kebingungan luar biasa yang dialami saat itu tak ayal masih tetap tersimpan di benak. Rasa frustasi akibat pandemi, pecahnya keseimbangan sosial, dan ketidakadilan penguasa meskipun di tengah bencana besar adalah contoh hiruk pikuk yang terekam di album Every Time I Die tahun 2021, "Radical". Di album ini, Every Time I Die tetap mempertahankan genre southern-metalcore rumit ciri khas mereka. Namun disini, Every Time I Die semakin mahir memadukan musik yang ganas dengan melodius dan tetap menyajikannya dengan segar dan menakjubkan. Jordan Buckley dan Andy Williams selaku duel gitaris maut seakan tidak pernah kehabisan riff untuk menggoncang album ini, dari kebrutalan ("Distress Rehearsal"), kerumitan ("Planet Shit"), hingga keanggu...
Kamis, 5 Agustus 2021 Siapa mahasiswa yang tidak bermimpi untuk ikut andil dalam program pertukaran mahasiswa? Rasanya sedikit sekali, karena program ini bisa jadi ajang mahasiswa menambah pengalaman dan keahlian baru untuk masa depan yang lebih baik. Tahun ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) membuka program beasiswa pertukaran mahasiswa ke luar negeri yang bertajuk Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Salah satu mahasiswa yang sukses terdaftar program IISMA adalah Kadek Dinda Suganda atau yang lebih akrab disapa Dinda. Dinda yang berkuliah di Universitas Esa Unggul, Jakarta berkesempatan menuntut ilmu selama satu semester di University of Szeged, Hungaria. “Dari SMP gue emang udah tertarik banget sama negara Hungaria, karena Hungaria termasuk negara yang sangat tenang. Bahkan Hungaria sempat jadi negara nomor 1 yang sudah herd immunity saat pandemi.” ujar Dinda mengenai alasannya memilih Hungaria sebagai t...