Skip to main content

Asyiknya Healing di Taman Hijau Medang Lestari

 

Sabtu, 19 Juni 2021

Penerapan PPKM Mikro yang terus berlanjut membuat mobilitas warga menjadi terbatas. Hal ini tak ayal membuat warga cepat merasa jenuh. Kejenuhan yang terus dibiarkan akan berdampak pada melemahnya kondisi fisik dan mental yang dapat membuat daya tahan tubuh gampang turun.

Dalam menjaga kedua hal tersebut, mayoritas warga perumahan Medang Lestari, Kabupaten Tangerang, Banten memilih Taman Hijau Medang Lestari sebagai tempat andalan.

Dipilihnya tempat ini mempunyai alasan tersendiri. Selain karena tempatnya yang luas, fasilitas di tempat ini terbilang lengkap dan lokasinya yang berada di tengah perumahan Medang Lestari menjadikannya terjangkau bagi seluruh warga perumahan Medang Lestari.

“Jujur, saya bosen nge-zoom melulu” ucap Rifaldi, 18, sambil menyeka keringatnya setelah selesai berolahraga. “Taman ini emang berguna banget sih bagi saya, kalo lagi penat saya langsung ke sini, entah itu jogging buat nyari keringat, atau sekadar nikmatin alam aja. Soalnya di mal kan gak dapat kayak gini kan ya” lanjut Rifaldi sambil tertawa.

Taman Hijau Medang Lestari terdiri dari area bersantai yang menyediakan bermacam tempat bermain lengkap dengan barisan tempat duduk dibawah rindangnya pohon. Ada juga lapangan berjejerkan pagar tinggi yang sering digunakan untuk sparing futsal dan voli beserta jogging track yang ikut mengelilingi luasnya Taman Hijau Medang Lestari.

Saat saya berkunjung, pertandingan voli antar warga RW 12 sedang berlangsung. Bukan hanya pertandingan sesama warga RW saja, lapangan Taman Hijau Medang Lestari juga sering digunakan sebagai tempat liga futsal maupun voli antar RW perumahan Medang Lestari yang terdiri dari 13 RW. 

Bahkan jika jadwal liga sedang kosong, lapangan tersebut bebas digunakan untuk bermain futsal maupun voli asalkan melapor terlebih dahulu ke pengurus Taman Hijau Medang Lestari yang bersiaga di kantor administrasi dekat lapangan tenis meja yang biasanya dipakai bapak-bapak di malam hari untuk bersantai ria.

Namun sangat disayangkan, tujuan warga untuk menyehatkan diri di Taman Hijau Medang Lestari bisa menjadi bumerang. Tidak adanya pengecekan suhu tubuh maupun aturan resmi untuk selalu menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak dapat meningkatkan kesempatan penularan COVID-19 antar warga.

Belum lagi, sekarang sedang marak varian baru COVID-19 jenis Delta yang lebih berbahaya dan lebih cepat menular. Oleh karenanya, saat berkunjung disini jangan lupa untuk tetap menjaga prokesnya ya, sobat! 


Comments

Popular posts from this blog

REVIEW Every Time I Die - Radical (2021) : Goresan Kegeraman dan Kecemasan dibalik Ketidakpastian

 "We cannot be saved by the men digging graves in desperate times" -Desperate Measures- Dua tahun terakhir adalah masa-masa kelam bagi penduduk bumi. Meskipun banyak dari kita berhasil melaluinya, namun memori atas rasa kebingungan luar biasa yang dialami saat itu tak ayal masih tetap tersimpan di benak. Rasa frustasi akibat pandemi, pecahnya keseimbangan sosial, dan ketidakadilan penguasa meskipun di tengah bencana besar adalah contoh hiruk pikuk yang terekam di album Every Time I Die tahun 2021, "Radical". Di album ini, Every Time I Die tetap mempertahankan genre southern-metalcore rumit ciri khas mereka. Namun disini, Every Time I Die semakin mahir memadukan musik yang ganas dengan melodius dan tetap menyajikannya dengan segar dan menakjubkan. Jordan Buckley dan Andy Williams selaku duel gitaris maut seakan tidak pernah kehabisan riff untuk menggoncang album ini, dari kebrutalan ("Distress Rehearsal"), kerumitan ("Planet Shit"), hingga keanggu...

Rencana Mulia Dinda di Hungaria untuk Indonesia

  Kamis, 5 Agustus 2021 Siapa mahasiswa yang tidak bermimpi untuk ikut andil dalam program pertukaran mahasiswa? Rasanya sedikit sekali, karena program ini bisa jadi ajang mahasiswa menambah pengalaman dan keahlian baru untuk masa depan yang lebih baik. Tahun ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) membuka program beasiswa pertukaran mahasiswa ke luar negeri yang bertajuk Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Salah satu mahasiswa yang sukses terdaftar program IISMA adalah Kadek Dinda Suganda atau yang lebih akrab disapa Dinda. Dinda yang berkuliah di Universitas Esa Unggul, Jakarta berkesempatan menuntut ilmu selama satu semester di University of Szeged, Hungaria. “Dari SMP gue emang udah tertarik banget sama negara Hungaria, karena Hungaria termasuk negara yang sangat tenang. Bahkan Hungaria sempat jadi negara nomor 1 yang sudah herd immunity saat pandemi.” ujar Dinda mengenai alasannya memilih Hungaria sebagai t...